Browsing Category

MEDIA CETAK

MEDIA CETAK,

Menyoal Kenaikan Tarif RS Pemprov

Dilembarkan di KOMPAS edisi Jatim Kamis, 4 Maret 2010

Kita semua tahu, dua problem terbesar masyarakat adalah kemiskinan dan akses kesehatan yang berbayar tinggi. Kemiskinan dan kesehatan merupakan dua esensi yang saling berkonstitusi. Tidak dapat dilepaspisahkan. Kemiskinan yang melanda masyarakat akan membawa pengaruh yang besar terhadap kesehatan dan keselamatan hidup mereka.

Tahun ini, masyarakat miskin di Jatim akan kembali mendapatkan “ujian kesehatan”. Ujian di mana mereka harus bertarung memeras keringat, membanting tulang, dan berupaya hingga titik nadir untuk memeroleh akses kesehatan murah. Pasalnya, per 1 April mendatang, lima rumah sakit miliki provinsi akan menaikkan biaya kesehatan yang meliputi biaya perawatan, rawat jalan, dan rawat inap untuk pasien kelas III yang nota bene adalah masyarakat miskin yang tak beruang.

MEDIA CETAK,

Alternatif Karyawisata Pelajar

” . . . tengah musim 2008″

Musim liburan sekolah sudah tiba. Para pelajar pun tak sabar untuk mewujudkan kegiatan yang sebelumnya telah direncanakan dengan bulat. Beberapa rencana matang di antaranya adalah kegiatan karyawisata menuju tempat-tempat yang dianggap berpotensi akan sebuah pengetahuan anyar.

Demikian halnya dengan apa yang diprogramkan oleh TK Dharma Wanita Karang Dieng, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto. Tempat wisata yang tak lain memuat miniatur Jawa Timur dan beragam mainan anak kecil dan dewasa ini, Jatim Park, adalah tempat tujuannya.

MEDIA CETAK,

Menggali Kesadaran Lingkungan

Dimuat di Harian KOMPAS Jatim, 13 November 2007

Di dalam media ini pernah dilansir sebuah warta yang menjelaskan bahwa Bidang Pengawasan dan Pengendalian Lingkungan Hidup Badan Lingkungan Hidup Provinsi Jatim menyebutkan, terdapat 86 industri potensi pencemaran tinggi terhadap Sungai Brantas mulai hulu hingga hilir. Perusahaan-perusahaan itu antara lain perusahaan kertas, pabrik gula, dan pengelolahan logam (Kompas, 16/10). Sujujurnya, realitas ini semakin meneguhkan bahwa manusia saat ini sudah berdistansi dengan lingkungan.

Di Kota dan Kabupaten Malang, telah diketahui setidaknya ada tujuh industri besar yang membuang limbah dengan kadar bahan kimia melebihi standar baku mutu limbah Sungai Brantas. Diduga, perusahaan-perusahaan ini menegasikan prosedur pengelolahan di instalasi pengelolahan air limbah. Dalih mereka cukup klasik; penghematan biaya produksi.

Dapatkan Tips Mudah Meningkatkan Penjualan ProdukAnda!

akan saya kirim langsung ke email 

anda bisa berhenti berlangganan kapanpun anda mau

Terimakasih, Cek Email Anda Sekarang!